Merayakan Pencapaian Kecil, Bahagia Lewat Hal Sederhana

Table of Content

Secangkir kopi (sumber: Canva)

Secangkir kopi siang hari ini masih terasa nikmat meskipun sudah tidak hangat. Namun bisa menikmatinya di suasana yang tenang saat anak tidur siang, membuatku merasa jadi orang yang beruntung.

Dulu, Aku sering menganggap hal kecil itu sepele. Aku selalu menunggu momen besar untuk merasa “berhasil” atau merasa “beruntung”. Hingga semuanya lewat begitu saja, karena aku terlalu fokus pada apa yang akan terjadi. Tapi semakin kesini Aku jadi sadar, kalau Aku menunggu hal yang besar, Aku akan melewatkan banyak hal, bahkan keberuntungan kecil yang menghampiriku setiap hari.

Belajar Mindfulness dan Gratitude

Ternyata belajar mindfulness dan gratitude itu penting, agar kita bisa lebih menghargai hal-hal kecil dalam hidup kita. Mindfulness yang berarti hadir sepenuhnya pada apa yang sedang kita lakukan. 

Daripada kita mencuci piring sambil mikirin masak apa besok, lebih baik kita fokus menikmati dinginnya air yang mengalir lewat tangan kita, merasakan empuknya spons yang digunakan, dan lembutnya busa yang keluar dari spons. Ini bisa membuat ritual cuci piring jadi lebih menyenangkan.

Sementara gratitude sendiri, sesederhana kita bersyukur atas hal-hal yang berjalan lancar hari ini, sekecil apapun itu. Kembali pada contoh cuci piring. Bisa mencuci piring hingga selesai, tanpa ada drama kehabisan sabun dan harus pergi ke toko kelontong terdekat, juga harus disyukuri lho Mams.

Keberhasilan mencuci piring hingga selesai tanpa drama, juga boleh dirayakan. Gak harus dengan hal besar, bisa dengan beristirahat sebentar atau mengambil jeda dengan mendengarkan musik kesukaan, sebelum beralih ke tugas selanjutnya.

Kenapa Perlu Dirayakan?

Faktanya, Beberapa penelitian menunjukkan adanya korelasi antara rasa syukur dan kebahagiaan seseorang. Artikel Harvard Health Publishing menyatakan, dalam penelitian psikologi positif, Rasa syukur membantu orang merasakan emosi yang lebih positif, menikmati pengalaman baik, meningkatkan kesehatan, mengatasi kesulitan, dan membangun hubungan yang kuat. Kebiasaan bersyukur dan merayakan pencapaian kecil juga terbukti meningkatkan kebahagiaan dan menurunkan stres. 

Begitupun saat baru bisa minum kopi hangat yang udah anyep. Jika fokus pada “ini harusnya enak kalau pas anget tadi” yang ada akan muncul perasaan tidak beruntung. Jadi dalam kondisi tersebut, lebih mudah untuk bilang “Alhamdulillah, kopi yang kuseduh bisa aku nikmati dalam keadaan tenang”. Saat kita fokus pada apa yang sudah ada, kita akan mulai terbiasa mencari hal positif dari apa yang terjadi, bukan hanya kekurangannya.

Dr. David Burns dalam bukunya Feeling Good yang dikutip integrishealth.com juga menyatakan, bahwa sangat penting untuk mencatat, merenungkan dan merayakan bukan hanya pencapaian besar, tapi juga pencapaian-pencapaian yang tampaknya kecil. 

Mams berhasil memasak makanan kesukaan anak-anak, atau hari ini anak bisa tidur tepat waktu, atau justru diri Mams hari ini sudah berani belajar dan mencoba hal baru? itu mungkin jadi hal yang kedengarannya sederhana, namun bisa jadi capaian kecil yang berarti dan bisa dirayakan.

Cara Sederhana Merayakan Hal Kecil

1. Menulis hal kecil yang perlu dirayakan hari ini

Kita seringkali baru menyadari, ternyata banyak sekali hal yang bisa disyukuri dan dirayakan hari ini ketika kita menuliskannya satu persatu. Tak perlu panjang lebar, cukup beberapa kalimat tapi bisa membuat kita merasa bahwa hari ini kita telah melewati hal kecil yang membuat kita merasa beruntung dan bahagia.

Kadang kita lupa, bahwa hal-hal biasa sebenarnya luar biasa kalau kita mau berhenti sejenak dan menyadarinya. Misalnya anak bangun pagi tanpa ada rengekan dan tangisan, atau saat melihat suami yang tiba-tiba mencuci piring tanpa diminta.

2. Berhenti Membandingkan

Setiap orang punya ritme dan pilihannya sendiri. Ada yang memilih berdamai dengan mainan yang berantakan, asal suara tawa anak masih menggema di sudut rumah. Ada pula yang memilih untuk mengajak anak-anak main keluar, agar tidak lelah beberes dan bisa istirahat bersama di rumah. Tidak ada yang salah dengan keduanya. Apapun pilihan kita, yang terpenting kita memilihnya secara sadar dan sepenuhnya hadir di dalamnya.

Begitupun setiap orang juga punya pencapaiannya masing-masing. Tidak perlu merasa bahwa pencapaian Mams hari ini lebih kecil dari orang lain. sekecil apapun pencapaian yang Mams, tetap jadi hal yang berharga dan layak untuk disyukuri.

3. Berterimakasih pada diri sendiri

Rutinitas sehari-hari terkadang membuat kita lupa bahwa diri kita juga butuh didengar dan diperhatikan. Jadi jangan lupa untuk berterimakasih pada diri sendiri sekecil apapun pencapaiannya ya Mams. 

Salah satu bentuk ucapan terima kasih yang paling nyata adalah meluangkan waktu untuk melakukan hal yang Mams sukai. Entah membaca buku, menonton film, berolahraga, merajut atau menulis.

Begitupun saat aku ingin merayakan usiaku yang kini genap 30 tahun. Aku ingin merayakannya dengan apa yang aku sukai, sesederhana lewat tulisan ini. Sebagai pengingat diri sendiri, bahwa aku perlu membiasakan diri untuk mindfulness dan gratitude. Juga belajar merayakan pencapaian kecil dan bahagia lewat hal sederhana.

Merayakan hal kecil bukan berarti berhenti bermimpi atau berhenti berusaha. Tapi ini soal menghargai nikmat kecil yang hadir setiap hari tapi sering luput dari perhatian. Kita seringkali sibuk menunggu nanti, nanti kalau anak-anak sudah besar, nanti kalau sudah punya rumah sendiri, atau hal-hal besok yang belum terjadi. Padahal ada masa sekarang yang tidak bisa diulang. Saking sibuknya kita menunggu nanti, hingga kita lupa bahwa banyak hal berarti yang juga lewat hari ini.

Buat aku dan Mams yang juga baca ini, kita berhak merayakan hal-hal kecil yang seringkali kita anggap sepele. Bahagia bukan selalu soal ingin punya lebih, tapi juga tentang merasa cukup.

Tags :

Popular News

Info & Event

Tentang Kami

|

Nulis Bareng Yuk!

Tentang Kami

Nulis Bareng Yuk!

© 2025 YukMom